Panggung Hiburan Rakyat Kembali Digelar

taman hiburan rakyat

Panggung Hiburan Rakyat Kembali Digelar

Panggung Hiburan Rakyat Kembali Digelar bersama dengan Budaya Jawa
Pemerintah Kota Medan dapat lagi menyelenggarakan aktivitas Panggung Hiburan Rakyat di lebih kurang kawasan Lapangan Merdeka Medan, tepatnya di jalur Bukit Barisan nanti.

Pada rapat evaluasi dan pemantapan yang dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Drs. Hasan Basri, MM di ruang rapat II Kantor Walikota Medan  ini mengagendakan tampilan kesenian dan budaya dari etnis Jawa untuk isikan aktivitas Panggung Hiburan Rakyat terhadap Sabtu akhir pekan ini.

Kegiatan Panggung Hiburan Rakyat kali ini dapat dapat dukungan oleh Perhimpunan Wargo Jowo (Pendowo). Pendowo dapat menampilkan ragam seni yang berasal dari Jawa serta yang tumbuh di rantau di antaranya Campur Sari, Food Bazar, Fashion Show Budaya Jawa, dan lomba mewarnai, yang dapat di awali sejak pukul 02.00 sore.

Pada paparannya, Ketua Dewan Kesenian Medan (DKM), Rianto Aghly, SH menyatakan dapat ikut menghadirkan dalang kembar dari Solo, Ki Jarot Sumarno dan Ki Jarot Sutoto untuk isikan pagelaran wayang kulit terhadap malam harinya dan pagelaran Wayang Orang persembahan Ki Barong Muliono.

“Menghadirkan kesenian Jawa asli bersama dengan punggawa adiluhung dari area asal bertujuan membuktikan terhadap generasi muda dan keluarga besar berdarah Jawa yang tersedia di Sumut khususnya Medan tambah seirama kegunaan menguatkan budaya nasional,” kata Rianto.

Seluruh susunan masyarakat diharapkan sanggup menghadiri Panggung Hiburan Rakyat ini, selain sebagai upaya melestarikan seni dan budaya bangsa, termasuk untuk mempererat tali silaturahim baik kepada warga Jawa maupun etnis lainnya.

Menikmati Hiburan Rakyat di Taman Sriwedari
Dibangun oleh Pakubuwono X, Taman Sriwedari terhadap awalnya merupakan area rekreasi dan peristirahatan bagi keluarga kerajaan.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Kamu Menikmati Hiburan

Inilah keliru satu area yang jadi pusat pertumbuhan kesenian dan kebudayaan di Kota Solo. Dibangun oleh Pakubuwono X, Taman Sriwedari terhadap awalnya merupakan area rekreasi dan peristirahatan bagi keluarga kerajaan. Pembangunan area ini terinspirasi mitos berkenaan keberadaan sebuah taman di surga. Taman Sriwedari diresmikan terhadap 1 Januari 1902.

Taman Sriwedari terdapat di Jalan Slamet Riyadi no. 275, Solo. Di didalam kawasan ini, terkandung lebih dari satu area yang biasa digunakan sebagai area pertunjukan kesenian. Di anggota depan, terkandung pendapa yang kerap digunakan sebagai area pertunjukan tari. Selain area pertunjukan, pendapa ini termasuk kerap digunakan sebagai area berkumpul.

Patung Rama-Shinta yang tersedia di anggota depan taman. Patung ini dibangung sebagai anggota perayaan 100 th. Taman SriwedariKios-kios yang tersedia di didalam kawasan Taman Sriwedari termasuk menjual beragam hasil kerajinan masyarakat serta alat-alat permainan tradisionalTaman Sriwedari terdapat di Jalan Slamet Riyadi No. 275, Solo. Taman ini diresmikan terhadap 1 Januari 1902.

Taman Sriwedari jadi keliru satu pusat pengembangan kesenian Solo, keliru satunya wayang orang yang dipertunjukan dari Selasa-Sabtu jam 20.00 WIBTaman Sriwedari ramai dikunjungi terhadap malam hari.

Selain karena pertunjukan wayang orang yang diadakan malam hari, termasuk terdapatnya Taman Hiburan RakyatPendapa di anggota depan Taman Sriwedari. Pendapa ini kerap dijadikan area pertunjukan serta area latihan tariGedung Wayang Orang di Taman Sriwedari dulu mengalami perbaikan terhadap th. 1994.

Perbaikan berikut berkat perlindungan dari pemerintah JepangTaman Sriwedari termasuk jadi keliru satu area didalam urutan upacara kebiasaan Malem Selikuran, yang diadakan terhadap malam ke-21 Bulan RamadhanTaman yang dibangun oleh Pakubuwono X ini terhadap awalnya merupakan area rekreasi dan peristirahatan keluarga kerajaan
Di depan pendapa ini, terkandung patung Rama dan Sinta. Patung yang terinspirasi dari keliru satu fragmen sendratari Ramayana dibikin sebagai perayaan 100 th. Taman Sriwedari terhadap.

Tempat lain di kawasan ini yang kerap digunakan sebagai area pertunjukan adalah Gedung Wayang Orang. Seperti namanya, bangunan ini merupakan area pertunjukan kesenian khas Solo, wayang orang. Gedung pertunjukan ini dulu mengalami pemugaran terhadap th. 1994.

Pertunjukan wayang orang di area ini digelar secara teratur dari Hari Selasa hingga Sabtu. Mulai dari jam 20.00 WIB hingga jam 23.00 WIB. Tiket masuk saksikan pertunjukan ini Rp3.000.

Selain itu, di didalam Taman Sriwedari, termasuk terkandung beragam kios yang tawarkan aneka benda seni hingga budaya. Datang ke area ini, Anda sanggup menemukan kios yang menjual lukisan, wayang, dan sebagainya.

Selain itu, di kios yang lain, Anda termasuk sanggup menjumpai penjual kuda lumping, aneka kerajinan dari bambu, dan kerajinan lain.
Taman Sriwedari ramai dikunjungi terhadap malam hari. Selain karena pertunjukan wayang orang yang teratur digelar di area ini, masyarakat ramai mampir ke sini untuk menikmati aneka permainan yang tersedia di Taman Hiburan Rakyat (THR).

THR merupakan arena bermain yang tetap berada di didalam kawasan Taman Sriwedari, hanya saja pengelolaannya telah dilaksanakan oleh pihak swasta.
Selain itu, terhadap Bulan Ramadhan, tepatnya terhadap malam ke-21, Taman Sriwedari jadi area penyelenggaraan Malem Selikuran.

Malem Selikuran merupakan keliru satu kebiasaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan masyarakat Solo untuk menyambut malam Lailatul Qadar. Pada malam ini, dilaksanakan kirab yang membawa 1.000 tumpeng dari halaman Keraton Kasunanan menuju Taman Sriwedari.