Materi Stand-Up Comedy Ter-PECAH dan Tips Menulisnya

materi standup comedy

Materi Stand-Up Comedy Ter-PECAH dan Tips Menulisnya

Stand-up comedy atau lawakan tunggal adalah keliru satu model pertunjukkan komedi yang sederhana, tapi selamanya sukses menyebabkan orang tertawa. Apakah tersedia kawan akrab cakap yang merencanakan untuk jadi stand-up comedian atau yang di Indonesia biasa disebut komika?

Perlu diketahui bahwa walaupun pertunjukannya sederhana, materi stand-up comedy haruslah dipikirkan dan ditulis dengan penuh rencana. Nah, kali ini kami dapat mengintip lebih dari satu materi stand-up comedy yang pernah dibawakan oleh lebih dari satu komika tenar di Indonesia.

Materi Stand-Up Comedy Populer Komika Indonesia

Dalam menyusun materi untuk stand-up comedy, para komika seringkali terinspirasi dari kejadian-kejadian atau hal-hal yang relevan didalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang menyebabkan tawa penonton pecah, gara-gara punch-line yang tidak terduga. Berikut adalah lebih dari satu contohnya:

Dodit – Gelar Bangsawan

Orang jawa punya gelar bangsawan. Gelar bangsawan Jawa untuk perempuan ini tersedia banyak, yang pertama itu R.A, Raden Ajeng untuk perempuan Jawa yang belum menikah. Raden Ayu untuk perempuan pesan Jawa yang telah menikah. R.Aditya, Raditya itu orang biasa yang belum menikah.

Kemal Pahlevi – Stand Up Absurd

Gua itu lebih menentukan jomblo daripada punya pacar, soalnya pacar gua itu suka marah-marah. “Sayang, jika aku marah-marah serupa kamu itu bermakna aku sayang banget serupa kamu.” PRREEETT! Di mana-mana marah identik dengan rasa benci!

Orang tua kami juga suka gitu, suka marah-marah gara-gara katanya perhatian dan sayang banget serupa kita. Berarti mulai besok jika apabila tersedia polisi lagi marah-marah, “Woy! Kamu nggak memandang itu lampu merah? Kenapa jalan terus?”, “Pak polisi sayang ya serupa saya? Terima kasih loh pak telah perhatian”.

Apalagi jika tersedia preman, “Serahin duwit lo atau lo mati di sini!”, “Wih, men, santai men. Gila itu telah kaya nembak gue men. Aduh, sayang banget gua nggak bisa nerima lo. Nih duwit ambil deh. Gua nggak gay men, gabisa, sorry.”

Apalagi jika tersedia orang tawuran, “Mati lo! Mati! Mati!”, “Nikahi gua!”
Temukan Bakat Terpendammu dan Kembangkan Bersama Cakap Upskill

Wira Nagara – Jomblo Sok Kuat

Bulan Februari bulan yang sangat identik dengan cinta, seluruh orang merayakan lebih-lebih yang punya pasangan. Yang nggak punya, kayak saya, ini umumnya paling cepat itu hubungin mantan. Aku punya mantan, bukan mantan pacar, mantan calon pacar, sadar nggak sih? Yang telah putus sebelum saat jadian, yang telah nolak sebelum saat nembak.

Yang kami hanya bisa bilang “Aku suka kamu”, dia diam. “Aku sayang serupa kamu”, dia diam. “Aku tuh cinta serupa kamu,” dia diam. Diam. Diam. Diam-diam nikah serupa orang lain.

Sumpah aku nggak menerima banget. Terus aku hubunginnya gini, “Kamu jangan lupa makan ya”. “Emang kenapa jika aku nggak makan?”, “Ya, nanti kamu sakit”, “Kalau aku sakit kenapa emang?”, “Ya jika kamu sakit, yang nyakitin aku siapa?”.

Itu aku nampak saking nggak terimanya, trus nyalain rokok. Aku tempelin aja ke dada. Sorry, aku menyalakannya dengan api cemburu. Itu yang nampak bukan asap, tapi kepulan-kepulan penyesalan.

Ridwan Remin – Mobil Goyang

Gua jika juara nggak dapat lupa serupa temen-temen, gua jika tenar pasti ngajak mereka. Gue ingin nyontoh Bang Panji, bikin tur ajak teman-teman komika yang lain. Atau kayak Cak Lontong, bikin program TV ngajak teman-teman pelawak yang lain. Jangan kayak Om Indro, kerja kok sendirian. Teman-teman WARKOP nggak diajak, Om? Eh, apa Om Indro yang nggak diajak, ya?

Egi Hauw – ABG (Anak Bantar Gebang)

Kenalin gue Egi Hauw, gue ini ABG, Anak Bantar Gebang. Bantar Gebang itu adalah tempat tempat pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Nah, gara-gara itu, hal yang sering gue dapatkan sebagai Anak Bantar Gebang adalah dicengin. Kayak, “Eh Gi, lu anak mana?”, “Anak Bantar Gebang”, “Ih pantesan bau sampah lu”, “Lu jika main serupa belatung nggak?”, “Lu jika mati di daur lagi ya?”.

Tutorial Menulis Materi Stand-Up Comedy ala Raditya Dika

Pada tahun 2016, komika senior Indonesia Raditya Dika pernah membagikan tutorial langkah menulis materi stand-up comedy di kanal Youtube-nya. Secara sederhana, ia membaginya jadi tiga tahap, yaitu

Baca Juga : Sejumlah Artis Wanita Indonesia Ada Yang Sangat Suka Bermain Game.

1. Berangkat dari kegelisahan yang sedang dirasakan agar ditemukan premis (perasaan negatif atas sebuah subjek)
2. Buat mind-map tentang ide-ide yang bisa dikembangan jadi materi
3. Rumus menulis materi: set-up atau pengantar (bagian yang nggak lucu), dilanjutkan

dengan punchline (bagian lucu yang selayaknya bisa menyebabkan orang tertawa)
Bagi kamu yang menghendaki lebih jago dan mendalami tehnik lawanan tunggal dengan sebutan lain stand-up comedy, kamu bisa ambil kelasnya di Cakap Upskill, lho. Cari sadar lebih banyak mulai dari melaksanakan riset materi, hingga teknik-teknik yang bisa digunakan.

Cakap Upskill adalah platform kursus vokasional yang amat mungkin kamu untuk meng-upgrade skill dan wawasan pun tentang topik tertentu. Kamu bisa ikuti webinar gratis, atau belanja kelas kursus self-paced untuk materi yang lebih terpadu. Intip kelas Cakap Upskill sekarang, yuk!