Ify Alyssa, Pekerja Keras yang Tak Ragu Jemput Impian

ify alyssa

Jakarta Ify Alyssa, penyanyi 26 th. ini namanya pasti tak asing di telinga, mengingat suaranya udah diperdengarkan kepada dunia sejak dirinya berada di bangku Sekolah Dasar. Selalu jelas yang dimau ift alyssa agama dan apa yang menghendaki dicapai, adalah deskripsi singkat dari sosok Ify.

Seiring dengan tujuan yang menghendaki dicapai, Ify pun tak segan melangkah dan bekerja keras mewujudkan apa yang diinginkan melalui usahanya sendiri. Menurutnya, hasil yang sesuai konsep jadi ify alyssa gerald situmorang kepuasan tersendiri, selagi ia dapat mewujudkan seluruh gagasan yang tersedia di dalam kepalanya.

Mengiringi perjalanan karier bernyanyinya yang di awali sejak kelas 5 SD, Ify mengungkapkan rasa bahagianya bertumbuh dengan penggemar. Rasa haru pun memenuhi hatinya selagi jelas ify alyssa ig lagu-lagunya dapat menemani hari-hari mereka.Untuk mengungkapkan rasa sayang dan menerima kasih kepada penggemar, Ify berkomitmen untuk dapat memberikan sedikit waktunya untuk mereka diberbagai kesempatan.

Musik dan Ify Alyssa

Melibatkan diri dalam tiap-tiap detail proyek yang dikerjakan, sebabkan Ify Alyssa merasa bahagia dengan hasil yang diraih. (Fotografer: Bambang E. Ros/Fimela, Wardrobe: Kate Spade)

Di awal th. 2023 Ify Alyssa merilis single terbarunya berjudul Semesta Menari, yang termasuk jadi perkenalan musik barunya menuju album kedua. Berbincang mengenai proses memproses Semesta Menari, Ify alyssa pacar bercerita mengenai bagaimana ia menemukan ide, penggarapan musik, termasuk kemandiriannya mengerjakan tiap-tiap detail proyek yang ia kerjakan, termasuk Pelita Lara Tour yang ia gelar di empat kota di Indonesia.

Pekerja keras yang tetap jelas keinginannya, selanjutnya ini adalah wawancara lengkapĀ  dengan Ify Alyssa.

Single Semesta Menari ini liriknya sengaja dibuat dengan kalimat yang sederhana, apakah tersedia alasan tertentu?

Itu mengalir saja sih, kebetulan aku lagi bahagia baca tulisan-tulisan yang gampang dicerna, dengerin lagunya termasuk yang kata-katanya lebih gampang dicerna. Ibaratnya jikalau di album pertama aku lebih banyak semesta menari gunakan kiasan yang agak perlu mikir lebih dari satu kali, tapi di sini yang aku memperhatikan dari hampir 5 lagu yang udah aku buat, materinya untuk album kedua kata-katanya cenderung lebih gampang dimengerti. Tapi aku nggak tersedia maksud sebabkan album kedua perlu gampang, perlu apa, nggak sih, mengalir gitu aja.

Lagu Semesta Menari ini merasa begitu berbunga dan penuh cinta, dalam penggarapannya tersedia sosok yang terbayang nggak dibenak kamu?

Aku cuma mencoba meng-capture rasa-rasa kala zaman-zaman SMP yang tetap kayak, gimana ya bahagia sama orang tapi malu. Jadi aku mencoba mengingat lagi meskipun aku lupa ya kala SMP aku bahagia sama siapa. Tapi aku menghendaki melihat, meng-capture peristiwa di zaman itu, makanya musiknya termasuk cukup ter-influence era 2010an, karena aku sebenarnya tumbuh besar mendengarkan lagu-lagu musik Indonesia di th. segitu.

Bagian paling seru dari penggarapan Semesta Menari?

Kalau di sini, prosesnya tersedia dua, aku menggarap musiknya dan termasuk music video-nya. Kebetulan sebenarnya gagasan dasarnya dua-duanya dari aku, jadi aku ngerjain dua-duanya. Untuk musiknya aku workshop di Bandung, kebetulan produser aku kan di Bandung, Kang Ari Renaldi. Jadi aku cukup bolak-balik untuk workshop. Tapi workshop sih basic nya cuma sekali, sisanya kami by WhatsApp. Anak zaman sekarang sekali, tapi dapat sih ternyata meskipun banyak tantangannya.

Kemudian untuk menggarap music video-nya aku sebenarnya menghendaki menghadirkan kesan heart warming, konsisten kebetulan aku baru nonton video klipnya Lutfi Aulia yang Langit Favorit, selagi itu aku ngelihat kesannya tuh simple tapi dapat banget feel dan emosinya, dan dari situ kebetulan kebetulan Lutfi kawan aku juga, jadinya aku kontak Lutfi. Alhamdulillah dia berkenan juga.

Soal Pelita Lara Tour, dari 4 kota yang di datangi apa yang paling berkesan untuk kamu?

Proses yang orang nggak jelas mungkin ya di baliknya. Sebenarnya prosesnya nggak mulus, nggak seperti yang tergambar di sosial fasilitas aku. Tapi Alhamdulillah berlangsung mulus, sukses penontonnya senang.

Tapi di balik itu kan mereka nggak jelas ya drama-dramanya aku, kayak bawa barang termasuk sendiri karena sebenarnya yang jelas cuma (dikerjain) berdua. Untungnya kami di tiap-tiap kota dibantuin, tersedia tim dari tiap kota, jadi paling nggak tersedia yang bawain keyboard di sana. Cuma cukup sih, cukup banyak banget yang di bawa, konsisten termasuk perjuangan di tiap-tiap kotanya beda-beda, di mana kala itu musim hujan parah, tapi Alhamdulillah pas aku nyanyi itu nggak dulu hujan. Aduh, bersyukur banget sih, banyak yang bantuin, tersedia tim yang suportif, konsisten termasuk penontonnya termasuk suportif banget.

Dalam menemukan warna musiknya, Ify ternyata melalui proses panjang sebelum akan akhirnya yakin dengan pilihannya. (Fotografer: Bambang E. Ros/Fimela, Wardrobe: Kate Spade)

Seberapa personal anda dengan karya yang anda buat? Apakah tersedia batasan tertentu?

Kalau untuk cerita, sebenarnya aku (dalam menggarap lagu) nggak perlu sepenuhnya based true on my story, dari lebih dari satu laguku tuh banyak yang sebenarnya aku karang ceritanya, karena simply lagi ingin nulis mengenai itu atau dapat termasuk cerita dari teman-teman, dapat cerita yang aku dulu dengar sebelumnya. Jadi aku bukan tipikal yang sepenuhnya perlu serba personal.

Dalam prosesnya, bagaimana Ify menemukan warna musiknya sendiri?

Sebenarnya untuk referensi musik dari kecil tuh terlampau luas ya hingga aku sendiri tuh bingung. Misalnya aku merilis lagu tuh berkenan yang genrenya apa? Mau yang kayak gimana? Karena aku bahagia banyak genre musik jadi bingung.

Sampai selagi itu dulu workshop bareng produser Ari Renaldi th. 2015 lah. Kang Ari tuh bilang ‘Ify, anda maunya warnanya gimana? Terus aku tuh Belum jelas gitu lho, tapi aku cukup bersyukur sih aku masuk kuliah musik, referensi aku makin luas lagi, merasa mengerucut aku sukanya pop, flash pop, jazz jadi ya udah kombinasi ketiga itu saja jikalau bikin lagu.

Mendukung anda hingga hari ini, dapat digambarkan pemberian seperti apa yang orang tua anda berikan?

Tidak dapat digambarkan. Ibaratnya nggak tersedia support dari orang tua, kayaknya nggak mungkin sekarang aku dapat kayak gini sih. Dari awal aku les musik pun mulanya sebenarnya karena Ayah dan Ibuku mlihat potensi itu di rumah.

Waktu itu mulanya hanyalah dari piano mainan, konsisten aku nampak bahagia musik. Akhirnya orang tuaku menanyakan ‘Kamu berkenan cobalah belajar?’ Aku bilang mau. Tiba-tiba dilesin piano dulu, tiba-tiba dilesin vokal juga, kayak udahlah nanti jikalau nggak bahagia enggak apa-apa gitu.

Tapi aku bahagia dan anaknya terus-menerus banget dari dulu, bukan yang angot-angotan. Pokoknya jikalau udah urusan musik nggak dulu bolos lah ibaratnya, berkenan (tempat) les itu tutup kadang tetap berkunjung bikin latihan, Ya Allah rajin itu dulu karena belum miliki piano.

Akhirnya kala mereka menyaksikan aku serius, pianoku pertama dibeli selagi aku kelas 2 atau 3 SD. Dari situ baru merasa nampak beneran nih bahagia sama musik dan awal ikut ajang pencarian bakat termasuk sebenarnya didorong orang tua, tapi tetap terserah aku berkenan atau nggak, karena selagi itu dapatnya dari jalur sekolah musik. Jadi orang tuaku nggak nge-push u perlu ini-itu, tapi sebenarnya diarahkan jalannya.

Aku bersyukur banget miliki orang tua yang terlampau suportif, lebih-lebih di selagi orang tua lain mungkin banyak yang nggak memperbolehkan anaknya yang sekolah seni, sekolah musik, aku dapat kuliah jurusan seni musik dan mereka bolehin aku asal serius di sini.

Totalitas Diri

Mengerjakan apa yang aku berkenan itu ya aku dapetin hasil yang aku mau, sesuai bayangan aku dan hasilnya termasuk lebih personal, lebih puas, lebih bahagia juga,” kata Ify Alyssa.

Baca Juga : Artis yang Berzodiak Leo, Para Perempuan Cantik

Dalam berbagai proyek yang dikerjakan, Ify tak cuma miliki konsep yang matang, tapi detail kecilnya pun ia siapkan sendiri. Meski tersedia tim yang membantu, dalam prosesnya Ify tetap melibatkan dirinya.

Menurut anda apa asyiknya mengerjakan sesuatu sendiri?

Asyik mengerjakan apa yang aku berkenan itu ya aku dapetin hasil yang aku mau, sesuai bayangan aku dan hasilnya termasuk lebih personal, lebih puas, lebih bahagia juga. Nggak jelas kenapa meskipun lelah banget, pasti (maunya) ngerjain seluruh sendiri.

Apalagi jikalau event di hari H, sepenuhnya udah perlu perform, ngurusin yang belakang layar juga, hingga kayak flow penontonnya gimana aku pasti pikirin gitu. Aku termasuk mikirin selagi mereka (penonton) lagi nunggu biar nggak bosen tuh gimana? Kayak gitu-gitu tuh aku pikirin. Jauh lebih bahagia sih (lihat hasilnya) daripada cuma ngelempar ke tim saja, senangnya termasuk ya pasti beda.

Terakhir, pesan untuk teman yang membaca?

Menutur aku nggak tersedia rintangan di tiap pekerjaan. Maksudnya jangan membatasi, jikalau berkenan berkarya di musik tapi nggak tersedia biaya, menurut aku itu tersedia solusinya. Kamu dapat barter sama kawan anda yang miliki keahlian apa, anda termasuk barter dengan keahlian kamu, begitu termasuk di bidang lain.

Untuk berbisnis jikalau nggak miliki uang, cari siapa yang berkenan biayain dulu atau gimana. Pokoknya menurut aku seluruh tersedia jalannya aja sih tinggal kami berkenan atau nggak, karena jikalau miliki hasrat yang keras, pasti bisa.