Hujan di Indonesia, Apakah Intensitasnya Tertinggi di Dunia?

hujan di indonesia,apakah tertinggi di dunia

Hujan di Indonesia, Apakah Intensitasnya Tertinggi di Dunia?

Setiap tanggal 29 Juli selalu diperingati sebagai Hari Hujan Sedunia. Tak bisa dipungkiri, hujan adalah anugerah, sebab kota yang sering hujan di Indonesia rintik air yang turun bisa membuat dunia selalu hijau dan segar. Berkat hujan, manusia, hewan dan tumbuhan di wajah bumi selalu hidup sampai kini.

Tahukah kamu fakta menarik seputar hujan di Indonesia? Berapa biasanya curah hujan yang turun tiap tiap tahunnya dan apakah Indonesia dikategorikan sebagai negara bersama dengan intensitas hujan curah hujan tertinggi di Indonesia yang tinggi? Temukan jawabannya di bawah ini!

1. Rata-rata curah hujan di Indonesia berkisar antara 2.000-3.000 mm per tahun

Indonesia merupakan negara yang di lewati oleh garis ekuator dan terhitung negara tropis. Otomatis, curah hujan di Indonesia terbilang cukup tinggi. Rata-rata curah hujan di Indonesia berkisar antara 2.000-3.000 mm per tahun. Meski begitu, ada beberapa tempat yang cenderung kering dan punyai curah hujan yang sedikit.

Sartono Marpaung berasal dari Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN menyebut bahwa lokasi rata-rata curah hujan di Indonesia 10 tahun terakhir bersama dengan topografi tinggi punyai curah hujan yang lebih besar dibanding lokasi bersama dengan topografi rendah. Rata-rata curah hujan tahunan dataran di ketinggian 600-1.300 mdpl berkisar antara 2.300-2.800 mm per tahun. Sedangkan lokasi di dataran rendah punyai curah hujan yang lebih sedikit dibanding tempat dataran tinggi.

2. Meski begitu, Indonesia bukan negara bersama dengan curah hujan tertinggi di dunia!

Kalau kamu kira Indonesia adalah negara bersama dengan curah hujan tertinggi di dunia, kamu salah. Faktanya, posisi ini dipegang oleh desa Mawsynram di Meghalaya, India.

Desa ini punyai curah hujan sampai 11.871 mm per tahun! Saking derasnya, penduduk desa ini wajib memanfaatkan peredam suara untuk tempat tinggal supaya suaranya tak mengganggu.

Disusul oleh desa Cherrapunji di Meghalaya, India bersama dengan curah hujan tahunan sampai 11.777 mm per tahun. Di posisi rata-rata curah hujan di Indonesia per tahun setelah itu ada Tutunendo, Kolombia (11.770 mm/tahun), Cropp River, New Zealand (11.516 mm/tahun) dan San Antonio de Ureca, Republik Guinea Khatulistiwa (10.450 mm/tahun). Wah, Indonesia tak ada di daftar!

3. Wilayah Sumatera dan Kalimantan cenderung lebih lembab bersama dengan intensitas hujan tinggi

Karena wilayahnya yang terlalu luas, curah hujan di tiap tiap tempat di Indonesia tidak sama. Ada beberapa lokasi yang lebih lembap, basah bersama dengan curah hujan tinggi dibanding bersama dengan yang lain. Seperti di negara yang tidak pernah hujan lokasi pesisir selatan Pulau Sumatera bersama dengan biasanya curah sampai 4.000 mm per tahun! Periode paling deras ada di bulan Oktober sampai Desember.

Sementara, beberapa besar Pulau Kalimantan terhitung terlalu lembap dan basah. Apalagi, hutan hujan tropis di Kalimantan tergolong rapat dan ada masalah untuk ditembus. Di Kalimantan, periode yang relatif paling sedikit hujan kebanyakan berlangsung antara Juni sampai Agustus, terang laman Climates to Travel.

4. Sementara, beberapa lokasi ini punyai curah hujan yang rendah

Jika beberapa Sumatera dan Kalimantan merupakan lokasi yang lembap bersama dengan curah hujan tinggi, perihal ini kontras bersama dengan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini cenderung kering, terik bersama dengan curah hujan yang rendah. Bahkan, di Sumba Timur, NTT pernah mengalami hari tanpa hujan sepanjang lebih berasal dari 7 bulan!

Baca Juga : Persebaran Curah Hujan Di Indonesia Dan Penjelasanya

Namun, siapa sangka, kondisi alam yang kering dan curah hujan rendah punyai potensi untuk dijadikan laham garam? Yep, sebab cuacanya yang terik, garam yang dijemur bakal lebih cepat kering. Hal ini bisa dimanfaatkan, mengingat Indonesia punyai keperluan garam yang tinggi, yaitu 2,6 juta ton tiap tiap tahunnya.

5. Biasanya, awal musim hujan di Indonesia diawali di bulan Oktober atau November

Awal musim hujan tiap tiap tahunnya berubah-ubah. Untuk tahun lalu, awal musim hujan berlangsung terhadap bulan Oktober sampai Desember. Beberapa lokasi bisa mengalami musim hujan lebih awal dibanding lokasi lainnya. BMKG menyebut bahwa puncak musim hujan kebanyakan berlangsung terhadap bulan Januari atau Februari.

Sementara, untuk periode ini diprediksi bahwa musim kemarau bakal berlangsung sampai bulan Oktober 2019. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung terhadap Agustus tahun ini. Kemarau tahun ini sebenarnya diprediksi berlangsung lebih lama. Setelahnya, Indonesia bakal mengalami musim pancaroba sesaat sebelum akan memasuki musim hujan.

6. Ternyata, hujan buatan bisa digunakan untuk mengurangi polusi udara!

Tahukah kamu bahwa hujan buatan bisa digunakan untuk mengurangi polusi udara? Hal ini diutarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menyatakan bahwa modifikasi cuaca bisa mendukung kota-kota besar dalam mengatasi persoalan polusi udara. Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan telah menyetujui rencana berikut dan bakal melaksanakannya dalam saat dekat.

Hujan buatan bisa dikerjakan bersama dengan metode penyemaian awan. Bentuk manipulasi cuaca ini bertujuan untuk meniru efek awan hujan di tempat kering, tercemar dan berasap, menyadari laman Pollution Solutions. Ini dikerjakan bersama dengan cara melepas bahan kimia ke udara untuk menstimulasi munculnya awan hujan.

7. Namun, hujan yang turun dalam kurun saat yang lama bisa membuat banjir!

Seperti yang kami tahu, hujan deras yang berlangsung berkelanjutan bisa membuat banjir di suatu wilayah. Masih ingatkah kami bersama dengan bencana alam yang melanda Sentani, Papua, terhadap 16 Maret 2019 lalu? Longsor dan banjir bandang yang berlangsung di lokasi berikut menewaskan 83 orang, menyisakan 75 orang luka enteng dan 84 orang luka berat.

Beberapa saat sebelum akan banjir bandang menerjang, lokasi Sentani sempat diguyur hujan deras sampai 253 mm/hari. Akhirnya, hujan deras itu membuat Pegunungan Cycloop longsor dan membawa material banjir lumpur yang pekat.
Nah, itulah seputar hujan di Indonesia. Semoga informasi ini berguna bagimu, ya!