Dikenal Workaholic, Ini 5 Fakta Unik Kepribadian Raffi Ahmad

Raffi Ahmad

Sosok Raffi Ahmad dikenal sebagai selebritas yang gila bekerja. Bahkan, perjuangan dan kesuksesannya di dunia entertain telah tidak diragukan lagi.

Ketenaran dan kekayaannya, membuat Raffi Ahmad kini acap kali dijuluki sebagai sultan Andara. Namun, di balik sosok Raffi Ahmad yang dikenal sebagai sultan yang baik hati, terkandung beraneka karakternya yang tak banyak diketahui.

Ia pun punyai beraneka pegangan hidup dari orang tua dan pengalaman pahitnya sepanjang berjuang di dunia entertain. Hal itu membuatnya jadi sosoknya yang sekarang ini punyai banyak penggemar.

Berikut ini adalah beberpa hal perihal Raffi Ahmad yang tak banyak diketahui orang.

1. Menyesali Dirinya Yang Cashless

Kondisinya waktu ini yang acap kali tak punyai duwit cash diungkapnya membuatnya sedih. Sebab, kini ia tak legi punyai sisa duwit untuk berikan orang-orang di jalan.

“Dulu itu tiap-tiap kali dengerin nenek gue, telah yang paling perlu tuh kasih aja kasihm” ujar Raffi Ahmad.

Sejak waktu itu, ia jadi miliki kebiasaan untuk mengulurkan tangan menolong orang-orang yang membutuhkan. Menurutnya, hal itu yang akan menjauhi bala darinya dan orang-orang tersayangnya.

Selain itu, ia yakin bahwa tiap-tiap sedekahnya itulah yang membuatnya tak pernah putus job. Ia selamanya punyai kontrak-kontrak baru yang lebih besar di dunia entertain.

2. Tak Bisa Ngobrol Lama dan Hobi Bergerak

Raffi Ahmad ternyata mengakui bahwa dirinya adalah sosok yang tak sanggup diam. Ia lebih bahagia bergerak daripada duduk diam.

“Ngobrol tuh gua gak sanggup lama-lama, ngobrol itu 10 menit aja gua telah aduh,” ujar Raffi Ahmad, dikutip dari podcast The Sungkars.

Baca juga:

Artis yang Hobi Main Sepak Bola Hingga Bikin Klub Bareng

Artis Indonesia Hobi Fotografi,Jadikan Teman Selebritis Objek Foto

Bahkan, lantaran menyadari hal itu, sahabanya, Irwansyah hingga menantang Raffi Ahmad untuk duduk diam lima menit. Namun, suami Nagita Slavina itu sebetulnya tak sanggup duduk diam lama.

Kebiasaannya bergerak itu bahkan membuatnya acap kalitak mendengarkan guru ketika guru tengah menjelaskan. Sebab, ia mengaku selamanya terdistrack bersama apa pun yang ada di sekitarnya untuk bergerak.

Bahkan, ketika dirinya tengah ngobrol bersama rekan-rekannya, ia sering mendadak membelokkan pembicaraan dan melakukan hal-hal di luar dugaan.

3. Selalu Selangkah Lebih Maju

Dalam dunia entertain, ia tidak menghendaki perannya cuma terfokus di dalam satu hal. Hal berikut berlangsung ketika perannya yang waktu itu beroleh penghargaan sebagai pemain pria paling baik di dalam sebuah ajang penghargaan disalip oleh Tauku Wisnu.

Menurutnya, posisi berikut sukar untuk digantikan dikarenakan waktu itu sinetron yang dibintanginya kalah populer bersama sinetron yang diperankan oleh Teuku Wisnu.

Karena hal itu, ia lantas mengambil keputusan untuk mencari jalan lain untuk sanggup beroleh posisi yang aman. Akhirnya ia menentukan jadi seorang presenter. Sebab, ia sendiri menghendaki punyai banyak peran di dalam dunia entertain.

Tak hingga di situ, ia pun tak menghendaki bertahan di satu PH. Sebab, ketika nantinya ia berada di PH yang tidak diuntungkan, ia pun akan kena.

Akhirnya dia menentukan keluar dari satu PH dan berhimpun ke PH yang lain.

“Jadi gua mencoba untuk tidak menunggu sanggup callingan dari PH. Jadi, kayak gua, nggak sanggup nih kita nunggu nih,” ujarnya.

4. Tak Mau Jadi Nomor Satu

Sifat unik lain Raffi Ahmad yang tak banyak diketahui oleh publik adalah ia mengaku tak menghendaki jadi nomor satu di dalam beraneka hal.

Ia mengaku tak menghendaki jadi yang terdepan namun terhitung tak menghendaki jadi yang terbelakang. Sultan Andara itu selamanya menghendaki posisinya berada di tempat yang aman.

“Gua tuh dari pernah dari SMP- SMA tuh gua slelau nggak senang jadi nomor satu. Setiap kali ada acara, osis gitu,” ujar Raffi.

5. Memilih Punya Cicilan Ketimbang Beli Cash

Uniknya lagi, Raffi Ahmad mengaku menghendaki selamanya punyai cicilan waktu itu. Sebab, hal berikut membuatnya konsisten terpacu untuk bekerja.

Namun, tak cuma hingga di situ, ia pun punyai strategi yang baik untuk hal tersebut. Setelah cicilan berikut rampung, ia akan menjajakan barang berikut dan ulang belanja barang baru bersama langkah yang sama.

“Jadi, tiap-tiap apapun itu, telah nggak ayah daeh gua nyicil, sehingga gua inget konsisten nih ada beban,” tuturnya.