Destinasi Musik Indonesia

musik di indonesia

Berasal dari Museum Hingga Konser di Alam
Musik merupakan keliru satu kesenian yang terus berkembang berasal dari jaman ke masa. Di Indonesia, sejak kecil kita udah diperkenalkan bersama dengan musik-musik tradisional, terhitung tetap terbuka pada musik modern.

Berbagai area di Indonesia memiliki begitu banyak ragam alat musik tradisional yang khas, layaknya rebab, sasando, tifa, gambus, kolintang, gamelan, angklung, dan serunai. Begitu terhitung bersama dengan jenis musik etnik layaknya krumpyung, keroncong, gong luang, gambang kromong, krombi, huda, cilokak, dan karang dodou.

Membahas soal musik, pasti bukan hanya alat dan genre, musik yang sepenuhnya merupakan musik hiburan yang menekankan kenikmatan bagi pendengarnya dinamakan tapi terhitung proses kreatif di baliknya, rekaman, sampai pertunjukan. Begitu banyak detil yang dapat dipelajari soal musik. Jika Anda tertarik untuk mendalami pengetahuan soal musik dan mempelajari musik bersama dengan cara yang menyenangkan, dapat mencoba wisata musik.

Ada banyak fungsi musik sebagai media rekreasi atau hiburan merupakan fungsi pilihan area yang dapat dikunjungi untuk belajar dan nikmati musik di Indonesia. Dari musium, studio rekaman, sampai pertunjukan musik yang digelar secara di area wisata alam.

Dusun Tuni

Dusun Tuni merupakan destinasi wisata musik, terlebih instrumen berasal dari bambu. Menurut Direktur Ambon Musik Office (AMO) Ronny Loppies, Dusun Tuni di Kecamatan Nusaniwe akan menjadi barometer wisata musik di Ambon.
Ronny menyebutkan bahwa sebagian kegiatan musik berskala internasional udah digelar di Dusun Tuni dan masuk dalam destinasi unggulan pariwisata musik kota Ambon. Salah satu contohnya adalah konser musik kolaborasi “From and to Infinity 2” yang digelar pada 4,7, dan 11 Maret 2022.

Baca Juga : Live Music Di Jakarta Selatan

Konser musik tersebut menghadirkan contoh musik sebagai sarana hiburan tampilan berasal dari musisi asal Belanda yakni Boi Akih, musisi asal Bali yakni I Made Subandi, dan Molucca Bamboowind Orchestra berasal dari Ambon.
Perlu diketahui bahwa Ambon sendiri udah ditetapkan sebagai UNESCO City Of Music pada 30 Oktober 2019. Memang musik menjadi anggota tak terpisahkan bagi penduduk kota Ambon. Terkenal bersama dengan musikalitas tinggi, Ambon terhitung merupakan tanah kelahiran sebagian musisi tersohor layaknya Bob Tutupoly, Daniel Sahuleka, Benny Likumahuwa, Ruth Sahanaya, Hamdan Atamimi, Harvey Malaiholo, dan Glenn Fredly.
Menyaksikan Kemeriahan Musik Nusantara dalam Relief Candi Borobudur
Museum Musik Dunia

Jatim Park 3

Jatim Park merupakan area rekreasi dan taman belajar yang terdapat di Kota Batu, Jawa Timur. Selain menghadirkan bermacam wahana permainan, di Jatim Park 3 terhitung terdapat Museum Musik Dunia untuk berteman bersama dengan bermacam jenis alat musik dan karya-karya para seniman.

Di Museum Musik Dunia, terdapat area yang memuat alat musik tradisional Indonesia, layaknya rindik Bali, gula gending NTB, triton Papua, sampek Kalimantan, Tehyan Betawi, serta gamelan Sunda, dan gamelan Jawa.

Ada pula zona yang menampilkan alat musik berasal dari Cina layaknya zhong ruan, san xiang, dan guzheng. Kemudian tersedia alat musik alasan fungsi musik disebut sebagai acara hiburan adalah tongqin berasal dari Tibet yang bentuknya layaknya terompet panjang. Selain itu, di segi lain tersedia zona Eropa bersama dengan memiliki koleksi alat musik sing saw, gergaji yang dijadikan instrumen untuk mengiringi lagu-lagu tertentu.

Di sana pengunjung terhitung dapat menyaksikan sitar khas India bersama dengan wujud yang khas, alat musik tabla, dan punji yang biasa digunakan untuk menyebabkan ular kobra menari. Selanjutnya, pengunjung terhitung dapat menyaksikan alat musik bersama dengan puluhan string dan gitar listrik bergaya Timur Tengah.

Di museum ini terhitung terdapat memorabilia Koes Plus, group musik legendaris yang terbentuk tahun 1969. Selain itu, kita dapat menyaksikan langsung Panggung Dara Puspita, group musik asal Surabaya yang dibentuk tahun 1964.
Eksis Jadi Musisi berasal dari Masa ke Masa, Thomas Ramdhan: Musik Itu Menyemangati Hidup

Museum Musik Indonesia

Museum Musik Indonesia terletak di Gedung Kesenian Gajayana, Jalan Nusakambangan, Malang, Jawa Timur. Pendirian museum ini merupakan inisiasi Komunitas Pecinta Kajoetangan dan awalannya bernama Galeri Malang Bernyanyi. Baru pada tahun 2016 namanya diresmikan oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bersama dengan Pemerintah Kota Malang sebagai Museum Musik Indonesia.

Secara keseluruhan, jumlah koleksi Museum Musik Indonesia menggapai 26.109 item. Untuk koleksi di museum ini didominasi oleh fasilitas rekaman fisik berwujud kaset, piringan hitam, CD, VCD, dan DVD. Tak hanya berasal dari dalam negeri, museum ini terhitung memiliki koleksi berasal dari luar negeri.

Ketika masuk ke dalam museum, pengunjung akan langsung meluhat etalase yang memuat koleksi piringan hitam, sesudah itu tersedia pula bermacam koleksi majalah musik, poster penyanyi Indonesia, dan alat musik milik musisi Indonesia. Museum ini terhitung menyimpan pakaian dan koleksi kaset milik Guruh Soekarno Putra dan pakaian panggung milik Dara Puspita.

Taman Musik Centrum

Bandung, Jawa Barat, terhitung memiliki destinasi wisata musik, yakni Taman Musik Centrum. Lokasinya berada di dekat SMAN 5 Bandung, Jalan Belitung. Taman ini merupakan keliru satu perwujudan berasal dari program revitalisasi 600 taman dan area terbuka di Bandung oleh Ridwan Kamil.

Di taman ini terdapat sebuah patung gitar raksasa yang dibuat untuk mengenang moment Sabtu Kelabu yang berlangsung di sebuah konser musik metal di Bandung tahun 2008. Taman musik ini berada di lahan seluas 4.200 meter persegi dan di sana pengunjung dapat nikmati konser musik berasal dari bermacam musisi yang tampil, dapat terhitung mendaftarkan diri untuk tampil di sana.

Taman ini terhitung udah dilengkapi bersama dengan bermacam fasilitas, layaknya internet gratis, aliran listrik untuk isikan daya, lampu penerangan, sampai panggung untuk pertunjukan.

Perkembangan Musik Tradisi, Dewa Budjana: Musisi Etnik Indonesia Tidak Pernah Habis
Konser di alam
Di Indonesia, tersedia sebagian konser yang digelar rutin tiap-tiap tahun dan dikerjakan di tempat-tempat terbuka. Misalnya layaknya Jazz Atas Awan di Dieng, Jazz Gunung di Bromo, Ijen Summer Jazz, Beach Jazz Festival di Banyuwangi, LaLaLa Fest di Lembang, dan Prambanan Jazz.

Meski sebagian konser tahunan berhenti digelar sejak pandemi, tahun ini Prambanan Jazz Festival akan kembali hadir pada 1-3 Juli 2022 di Lapangan Rama Shita, Candi Prambanan, Yogyakarta. Festival musik yang pertama kali digelar tahun 2015 ini menawarkan keadaan konser musik bersama dengan kemegahan Candi Prambanan.

Tahun ini, Prambanan Jazz Festival 2022 akan menghadirkan bermacam musisi layaknya Kahitna, Kunto Aji, Diskoria, Kukuh Kudamai feat Ndarboy Genk, Bemandry, Andien, Mus Mujiono x Deddy Dhukum x Everyday, Sore, Orkes Sinten Remen, Maliq & D’essentials, Iskandar Widjaya feat Erik Shondy, dan tetap banyak lagi.

Saung Angklung Udjo

Membahas soal destinasi wisata musik pasti kurang lengkap andaikata tidak menyebut nama Saung Angklung Udjo. Didirikan sejak tahun 1966, Saung Angklung Udjo merupakan area wisata untuk belajar seni dan budaya tradisional Sunda.

Di Saung Angklung Udjo terdapat arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu, dan lokakarya alat musik bambu. Pengunjung dapat menyaksikan bermacam pertunjukan layaknya demonstrasi wayang golek, upacara helaran, angklung orkestra, dan arumba. Ada pula pertunjukan Bambu Petang dikembangkan berasal dari konsep permainan tradisional.

Tentunya wisawatan terhitung dapat belajar perihal proses pembuatan angklung.
Saung Angklung Udjo berlokasi di Jalan Padasuka, Cibeunying Kidul. Nuansa di sana memadukan konsep tradisional bersama dengan keadaan alam yang asri. Setelah senang belajar, wisatawan dapat mendatangi restoran di dalam kawasan yang serupa untuk nikmati kuliner khas Sunda dan berbelanja suvenir layaknya angklung, gambang, kujang, kendang, dan bermacam pernak-pernik.

Lokananta

Lokananta merupakan studio rekaman pertama di Indonesia dan menjadi saksi bisu dalam peristiwa perkembangan industri musik Tanah Air. Beberapa musisi legendaris dulu menggerakkan rekaman di studio ini layaknya Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet, Manthous, dan Sam Saimun.

Lokananta yang sesudah itu dijadikan museum ini memiliki ribuan koleksi tentang industri musik dan budaya Indonesia, terhitung di antaranya adalah nada asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan set gamelan Lokananta Kyai Sri Kuncoro Mulyo yang udah tersedia sejak zaman Pangeran Diponegoro dan dibawa ke Solo oleh R. Moelyosoehardjo selaku pewaris pertama.

Di museum ini terhitung tersedia piringan hitam “‘Asian Games IV: Souvenir from Indonesia” yang memuat rekaman lagu berasal dari bermacam daerah, terhitung lagu berjudul “Rasa Sayange.”
Lokananta berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Pada awalnya, studio rekaman ini dibangun tahun 1956 atas inisasi Kepala Jawatan Radio Republik Indonesia (RRI), R. Maladi, bersama dengan target merekam materi siaran RRI dalam wujud piringan hitam. Baru pada tahun 1960-an, Lokananta terasa merekam musik untuk para musisi.

Selepas tahun 1980-an, nama Lokananta sempat meredup. Kemudian tahun 2012 terasa bangkit kembali dan sejumlah musisi pun merekam lagu mereka di studio ini layaknya White Shoes and The Couples Company, Pandai Besi, dan Shaggydog. Hingga kini studio rekaman Lokananta tetap berguna dan mempertahankan mengolah analog bersama dengan format kaset pita,musik yang difungsikan sebagai hiburan biasanya bersifat pribadi.