Cuaca Ekstrem April 2023, BMKG Prediksi Terjadi pada Periode Mudik Lebaran

prediksi cuaca hari ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan prediksi cuaca ekstrem April 2023. BMKG menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem berpotensi terjadi pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2023.
Cuaca ekstrem tersebut diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah di seluruh Indonesia. BMKG turut mengimbau para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem pada April-Mei 2023
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi selama beberapa periode di sejumlah wilayah di Indonesia. Cuaca ekstrem ini terjadi mulai dari 15 April 2023 sampai 5 Mei 2023.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi selama beberapa periode di sejumlah wilayah di Indonesia. Cuaca ekstrem ini terjadi mulai dari 15 April 2023 sampai 5 Mei 2023.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini Rabu, Warga di Jabodetabek Waspadalah

Berikut rincian waktu dan wilayahnya, seperti dilansir Antara, Senin (10/4/2023):

Periode: 15 sampai 21 April 2023
Cuaca ekstre: hujan lebat hingga sangat lebat
Wilayah: Provinsi Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Papua. Kondisi cuaca yang demikian juga berpeluang terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Barat.
Periode: 22 sampai 28 April 2023
Cuaca ekstrem: hujan lebat
Wilayah: Provinsi Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Periode: 29 April sampai 5 Mei 2023
Cuaca ekstrem: hujan lebat
Wilayah: Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua,
Untuk diketahui, seperti dikutip dari BMKG, cuaca ekstrem adalah kejadian fenomena alam yang tidak normal dan tidak lazim yang ditandai oleh kondisi curah hujan, arah dan kecepatan angin, suhu udara, kelembapan udara, dan jarak pandang yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta.

Cuaca ekstrem dapat berpotensi menimbulkan bencana, meskipun tidak selalu kejadian cuaca ekstrem dapat menimbulkan bencana. Sementara penyebab terjadinya cuaca ekstrem dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Baca juga:
Apa Itu Cuaca Ekstrem? Kenali Juga Peringatan Dini Cuaca
Imbauan BMKG soal Cuaca Ekstrem April-Mei 2023
Dwikorita mengatakan bahwa hujan lebat dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi basah. Bencana hidrometeorologi basah itu seperti banjir bandang dan tanah longsor.

“Maka dari itu kami mengimbau kepada seluruh pemudik, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik,” katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa saat ini wilayah Indonesia sedang memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Pada masa ini, dia menjelaskan, kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya karena arah angin bertiup sangat bervariasi.

Namun, Dwikorita melanjutkan, secara umum cuaca pada pagi hari biasanya cerah. Kemudian berawan pada siang hari, dan hujan menjelang sore atau malam hari.

Dwikorita mengatakan bahwa awan kumulonimbus biasanya tumbuh pada pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas. Menjelang sore hari, awan itu warnanya akan menjadi gelap dan kemudian dapat menyebabkan hujan.

Sebagai informasi, seperti dikutip dari BMKG, bencana hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi). Secara umum, bencana ini berupa banjir, longsor, curah hujan ekstrem, angin kencang, puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan dan kualitas udara buruk.