Cuaca Ekstrem Paling Besar Sepanjang Sejarah Dunia

cuaca ekstream dunia

Cuaca ekstrem diprediksi dapat melanda beberapa wilayah Indonesia terhadap 22-28 Februari 2023. Hal ini diungkapkan oleh cuaca ekstream duni Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Ada sejumlah catatan peristiwa kelam soal cuaca ekstrem yang disebabkan oleh banyak faktor. Bahkan, keliru satunya pernah cuaca ekstream di india disebabkan oleh bencana besar dari Indonesia. Dikutip dari laman familytreemagazine, Kamis (23/2/2023) berikut selengkapnya:

1. Badai Besar September 1815

Tanpa metode peramalan moderen dan proses peringatan dini, masyarakat Saybrook, Amerika Serikat terperanjat kala cuaca ekstream duni 2021 badai tiba.

Catatan surat kabar dari pas itu menggambarkannya sebagai badai dahsyat yang menyebabkan kerusakan menara gereja dan menumbangkan pohon.

Di selama pantai dari Long Island sampai New England, gudang pengiriman kayu dan kapal diratakan ke laut.

2. Tahun Tanpa Musim Panas Akibat Tambora (1816)

Pada tahun 1815, Gunung Tambora meletus di Indonesia, memuntahkan berton-ton debu vulkanik ke udara. Partikel itu melayang di sekitar atmosfer atas Bumi, mengakibatkan perubahan iklim yang dramatis di semua dunia.

Panen gagal gara-gara embun beku melanda lebih-lebih selama musim panas tahun 1816 di New England.

Petani Delaware mengeluhkan harga jagung untuk babi mereka. Lantara cuaca dingin di banyak wilayah amat ekstrem.

3. Tornado Tiga Negara Bagian (1925)

Lebih dari tiga setengah jam terhadap tanggal 18 Maret, tornado bersama dengan lebar rata-rata seperempat mil, mengakibatkan cuaca ekstream di luar negeri kehancuran selama 219 mil di Missouri, Illinois, dan Indiana.

Ini adalah tornado bersama dengan perjalanan yang terbilang paling jauh dan paling mematikan didalam peristiwa AS, menewaskan sekurang-kurangnya 689 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang.

4. Banjir Sungai Mississippi (1927)

Cuaca ekstrem yang mempunyai hujan berminggu-minggu menciptakan keliru satu banjir sungai paling menyebabkan kerusakan didalam peristiwa AS.

Kala itu, Sungai Mississippi berada di atas tanggul yang baru saja diluncurkan oleh Korps Insinyur Angkatan Darat untuk menghindar air yang naik.

Lebih dari 10.000 pengungsi, kebanyakan berkulit hitam, memadati tanggul Greenville selebar 8 kaki.

5. Banjir Sungai Ohio Disebabkan Cuaca Ekstrem (1937)

Bencana ini mengakibatkan kota-kota di selama jalurnya digenangin air. Seperti yang terjadi 10 tahun di awalnya di Mississippi, tanggul pecah dan air berlumpur mengendapkan lumpur di tempat tinggal dan jalanan.

Cuaca ekstrem melanda dunia. Beberapa negara termasuk Indonesia didera suhu panas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan sejumlah alasan mengapa suhu panas ekstrem ini sanggup terjadi.

Beberapa di antaranya yaitu sebab dinamika atmosfer yang tidak biasa dan gerak semu Matahari di kawasan Asia. Kemudian tren pemanasan international dan pergantian iklim menjadikan cuaca lebih panas ketimbang biasanya.

Melansir The Straits Times, Minggu (23/4/2023), pakar meteorologi AccuWeather Jason Nicholls mengemukakan pemanasan yang disebabkan manusia membawa dampak gelombang panas bertahan lebih lama dan terhadap intensitas yang lebih tinggi.

Namun suhu ekstrem panas ini tak hanya berjalan di Indonesia, melainkan sejumlah negara di kawasan Asia lainnya.

Suhu Panas Asia Dan Afrika

Negara-negara di Asia Selatan dilaporkan sedang mengalami heatwave atau gelombang panas agar membawa dampak suhu panas yang ekstrem di sejumlah kotanya.

Melalui Instagram resminya @infobmkg, Bangladesh jadi daerah terpanas di Asia bersama dengan suhu maksimum harian meraih 51,2 derajat Celcius terhadap 17 April 2023.

Dua negara lain yang mencatatkan rekor suhu terpanas yaitu India dan Myanmar yang tiap-tiap punya suhu 44-45 derajat Celcius.

Apabila cuaca panas ekstrem ini konsisten terjadi, mimpi jelek India yang mengerikan bisa saja sanggup terulang kembali. Aspal Sempat Meleleh

Pada 2016, India mengalami pergantian iklim yang membawa dampak negaranya ‘mendidih’. Saking panasnya, jalur aspal di sana meleleh.

Baca Juga : Fenomena Cuaca Ekstrem di Indonesia Cenderung Meningkat

Hal ini membawa dampak jalanan tak sanggup dilewati. Kendaraan pun lengket akibat aspal yang meleleh.

Sebelum itu terhadap 2015, cuaca panas ekstrem termasuk membawa dampak lebih berasal dari 2.000 nyawa melayang di India akibat heatstroke.

Cuaca Yang Melanda India

Heatstroke adalah kondisi kala tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga meraih 40 derajat celsius atau lebih. Kala itu, cuaca di India sanggup meraih 50 derajat celsius.

Suhu panas ekstrem melanda sejumlah negara di Asia pada 2023, tidak benar satunya di India. Bahkan gelombang panas yang menimpa negara di kawasan Asia Selatan berikut dikabarkan merenggut 13 korban jiwa. Di Indonesia sendiri, masyarakat terhitung mengeluhkan cuaca dan suhu hawa yang dirasakan makin sebabkan tubuh menjadi gerah.

Berdasarkan siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu panas pada April 2023 secara klimatologis disebabkan oleh gerak semu matahari. Namun lonjakan panas di lokasi sub-kontinen Asia Selatan, Indocina, dan Asia Timur belakang paling signifikan. Para pakar menyimpulkan bahwa pemanasan international (global warming) dan pergantian iklim (climate change) menjadi kontributor terbesar.

Semenjak awal April 2023, nyaris lebih dari satu negara Asia Selatan terdampak gelombang panas (heatwave). Lembaga-lembaga meteorologi di negara-negara Asia Selatan melaporkan kejadian peningkatan suhu di atas 40oC yang terjadi selama lebih dari satu hari. Data berikut mencatatkan rekor-rekor baru suhu maksimum di wilayahnya.