Cerberus: Cuaca Panas ekstrim yang Melanda Sebagian Eropa

cuaca eropa

Sejumlah negara di bagian Eropa sedang dilanda cuaca panas ekstrim selama beberapa hari ke belakang dan diprediksi akan terus berlanjut hingga awal musim gugur.

Salah satu negara yang terdampak parah karena cuaca ekstrim ini adalah Italia, pemerintah Italia mengeluarkan perintah masalah ekstrim di 16 kota di Italia termasuk Roma dan Florence akhir pekan ini yang terdampak lumayan parah. di sinyalir gelombang panas ini akan membawa rekor suhu terbaru.

Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) mengatakan ancaman iklim panas akan dapat mencapai 48 derajat celcius di Pulau Sesilia dan Cardinia dan berpotensi menjadi suhu tepanas yang pernah  ada di sepanjang sejarah eropa.

Ahli Meteorologi Christine Berne mengatkan bahwa kondisi ini menjadikan bulan September terpanas lebih dari 1 derajat celcius dari https://thedependentartfair.info/ pencatatan awal di tahun 1900. Dia mengatakan bahwa di beberapa wilayah ada penyimpangan rata-rata bulan September pada 3 dekade terakhir sebanyak 4 derajat celcius hingga 6 derajat celcius.

Baca juga:

Sering Berkunjung ke Semarang? Cobalah ke Tempat yang Cocok untuk Berfoto Bersama Keluarga

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari ini Menurut BMKG

Kantor cuaca Jerman (DWD) mencatat di bulan September ini merupakan bulan terpanas sejak pencatatan di mulai, hampir 4 derajat celcius lebih tinggi dari suhu pada tahun 1961 sampai 1990 , sementara di negara Belgia suhu mencapai 19 derajat celcius mengalami kenaikan suhu mencapai 4 derajat celcius lebih hangat dari suhu biasanya.

Lembaga cuaca di Polandia mengatakan suhu bulan Sepember 3,6 derajat celcius lebih hangat dari suhu biasanya. hal ini belum pernah terjadi sejak  pencatatan dimulai lebih dari100 tahun yang lalu.

Sementara itu di negara Spanyol terutama bagian selatan yang di yakini sebagai suhu tertinggi yang pernah tercatat di Eropa  mencapai 45,7 derajat celcius, pada tanggal 5 September di Montoro dekat Cordoba  suhu mencapai 35 derajat celcius pada akhir pekan ini.

Pemantau iklim Eropa mengatakan pada September awal suhu global pada musim panas di belahan bumi utara merupakan suhu terpanas yang pernah tercatat.Layanan perubahan Iklim Copernicus mengatakan tahun 2023 di perkiakan akan menjadi cuaca terpanas yang pernah terjadi  dan dialami oleh umat manusia.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim  cuaca panas ini terjadi karena aktivitas umat manusia  dan mendorong  suhu global menjadi lebih tinggi, dengan pemanasan sekitar 1,2 derajat celcius dibandingkan pada masa pra-industri.

Gelombang panas saat ini diberi nama Cerberus oleh badan meteorologi Italia di karenakan suhu panas membentuk seperti monster berkepala tiga dalam Inferno karya Dante. hal ini membuat ke khawatiran kesehatan masyarakat terutama karena bertepatan dengan salah satu periode tersibuk turis musim panas di Eopa.

Masyarakat di sarankan minum setidaknya 2 liter air sehari dan mengurangi minuman yang mengandung kopi mau pun alkohol yang dapat menyebabkan dehidrasi.

cuaca panas bukan hanya menyerang di wilayah Eropa, pada musim panas ini rekor suhu panas teringgi juga terjadi di beberapa wilayah Kanada dan Amerika serta sebagian besar wilayah Asia termasuk Tiongkok dan India.

Suhu laut di Samudra Atlantik telah mencapai rekor tertinggi  sementara es pada laut Antartika berada pada tingkat terendah yang pernah tercatat. Pola cuaca yang disebut El Nino sedang berkembang di Pasifik  tropis hal ini menaikan suhu rata-rata sekitar 0,2 derajat celcius.

Mungkin kedengaran sedikit tapi ini sudah hal ini menambah sekitar 1,1 derajat celcius karea perubahan iklim telah mendorong kenaikan suhu rata-rata di dunia dan sedang mendekati ambang batas 1,5 derjat celcius dari batas yang ditetapkan dunia untuk menjaga suhu global dunia tetap berada dibawah.