BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun

Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun

Badan Meteorologi Sbobet, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat.

BMKG memprediksi potensi hujan tengah sampai lebat yang bisa saja disertai petir dan angin kencang di beragam wilayah di Indonesia hari ini.

Beberapa provinsi yang diprediksi terkena pengaruh cuaca ekstrem ini meliputi Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu.

Selanjutnya Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara.

Kemudian, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Baca juga:

Dikenal Kocak di Depan Kamera, Ternyata Vincent Rompies Sangat Introvert

Fakta Billie Eilish, Fans Justin Bieber hingga Grammy Awards

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengeluarkan saran bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki rencana berlibur waktu Natal dan th. baru.

BNPB mengutamakan pentingnya memantau prakiraan cuaca, khususnya bagi mereka yang memiliki rencana berkunjung ke tempat pegunungan atau pantai.

Mereka menyarankan agar wisatawan selalu waspada terhadap potensi bahaya banjir dan tanah longsor, khususnya di tempat aliran sungai, lereng gunung, dan tebing.

“Kemana pun kami berwisata, ke tempat pegunungan atau pantai, selalu biasakan lihat prakiraan cuaca, khususnya tempat perbukitan dan wisata sungai,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip dari Antara.

Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi ancaman bahaya yang bisa saja timbul akibat cuaca ekstrem. Beberapa tips keselamatan yang dapat diikuti pada lain:

  1. Selalu cek prakiraan cuaca sebelum akan berangkat.
  2. Hindari tempat rawan bencana seperti aliran sungai, lereng gunung, dan tebing.
  3. Ikuti saran dan peringatan dari pihak berwenang.

BNPB juga mendorong pemerintah tempat untuk memutuskan standing siaga atau darurat di tempat rawan bencana. Hal ini bertujuan agar pemerintah dapat langsung bertindak jikalau berlangsung bencana alam.